Aksi Nekad Greenpeace, Biarkan Masyarakat Menilai

di-balik-aksi-nekat-gpAparat keamanan tak banyak berkutik menghadapi aksi nekad yang diperlihatkan aktivis Greenpece untuk memprotes kebijakan yang dianggap tak pro lingkungan. Begitu pula pemandangan yang terlihat saat sejumlah aktivis yang menumpang kapal Esperanza milik organisasi lingkungan itu mencorat-coret kapal pengangkut kayu log dan mengunci diri di jangkar kapal pengangkut minyak kelapa sawit di Pelabuhan Dumai, Riau, Senin (10/10).

Namun, Komandan Distrik Militer 0303 Bengkalis, Letkol (Kav) Hendrawan, SIP yang ditemui saat acara pelantikan pejabat eselon II dan III di gedung Pendopo Walikota Dumai, Senin (10/11) hanya bisa geram. Ia tak habis pikir dengan aksi coret di tiga lambung kapal dan satu kapal tongkang yang tengah merapat di Pelabuhan Pelindo Cabang 1 Dumai, Senin (10/10) pagi itu.

Ia mengatakan masuknya kapal Esperanza ke perairan Sei Pakning dan Dumai selama 15 hari juga ilegal tanpa minta izin aparat keamanan setempat. Hendrawan mengungkapkan kekecewaannya terhadap aksi Greenpeace yang jor-joran memberitakan aksi tersebut kepada publik. Menurutnya protes terhadap kelapa sawit dan kayu log sengaja dibesar-besarkan Greenpeace.

“Biarkan masyarakat yang menilai, ibarat bertamu ke rumah orang kok seenaknya saja tanpa minta izin. Coba deh tanya hati nurani, etis nggak,” ujarnya.

Sementara itu Kapolresta Dumai, AKBP Drs Muharrom Riyadi yang ditemui selepas rapat paripurna DPRD, Senin (10/11) menuturkan pihaknya akan menindaklanjuti aksi yang dilakukan oleh Greenpeace. Namun, hal tersebut baru akan dilakukan bila ada laporan dari agen pelayaran yang menyatakan keberatan.

“Kita akan tindak lanjuti bila ada laporan dari agen pelayaran yang keberatan dengan aksi coret tiga lambung kapal yang tengah merapat di Pelabuhan Kargo Dumai,” jelas dia.

~ oleh Rama di/pada 19 Desember 2008.

Tinggalkan Balasan